KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : ADAB BUANG AIR BESAR ( ISTITHABAH )

148. Abu Ayyub Al-Anshari r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jika kalian buang air maka jangan menghadap kiblat dan jangan membelakanginya, tetapi hendaknya ke arah selatan atau utara (barat atau timur jika tidak menghadap/membelakanginya) (Bukhari, Muslim).

Abu Ayyub r.a. berkata:  Dan ketika kami dapatkan WC (tempat buang air) menghadap kiblat, maka kami berpaling daripadanya sambil minta ampun kepada Allah.

 

149. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Sesungguhnya ada orang-orang berkata: Jika duduk buang air, maka jangan menghadap kiblat dan Baitul Maqdis. Sungguh aku telah naik di atas sebuah rumah kami, tiba-tiba aku melihat Nabi saw. duduk di atas dua bata (buang air) menghadap Baitul Maqdis. (Bukhari, Muslim).

 

150. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Pada suatu hari aku naik di atas rumah Hafshah untuk suatu kepentingan, tiba-tiba aku melihat Rasulullah saw. buang air membelakangi kiblat menghadap Syam (arah Baitul Maqdis). (Bukhari, Muslim).

Dengan adanya keterangan ini maka ahli fiqih berpendapat, jika di rumah maka tidak apa-apa, jika di hutan lapangan terbuka maka dilarang menghadap atau membelakangi kiblat.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 586 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: