KITAB : HAID ; BAB: TIDUR DALAM KEADAAN DUDUK YANG MANTAP TIDAK MEMBATALKAN WUDHU

212. Anas bin Malik r.a. berkata: Setelah iqamat sedang Nabi saw. masih bicara dengan dua orang di samping masjid, mak a tiadalah Nabi saw. melaksanakan shalat, sehingga sahabat-sahabat yang menantikannya tidur, kemudian mereka bangun dan langsung shalat. (Bukhari, Muslim).   Yakni tanpa memperbarui wudhu.

Iklan
Ditulis dalam HAID. 1 Comment »

KITAB : HAID ; BAB: DOA YANG HARUS DIBACA UNTUK MASUK KAMAR MANDI, WC

211. Anas r.a. berkata: Biasa Nabi saw. jika masuk kamar mandi atau WC membaca: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khabaa’itsi. (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari gangguan setan atau binatang yang jahat jantan atau betina). (Bukhari, Muslim).

Ditulis dalam HAID. Leave a Comment »

KITAB : HAID ; BAB: ORANG MUSLIM TIDAK NAJIS

210. Abu Hurairah r.a. berkata: Ketika aku sedang junub (janabat) bertemu dengan Nabi saw. lalu dipegang tanganku, maka aku berjalan bersama beliau sehingga sampai di suatu tempat lalu beliau duduk, maka aku berusaha meloloskan diri dari padanya dan segera mandi kemudian kembali ke tempat Nabi saw.    maka beliau bertanya: Kemana engkau ya Aba Hir?     Jawabku: Aku tadi sedang junub dan enggan duduk bersamamu, maka aku segera mandi.      Nabi saw. bersabda: Subhanallah hai Abu Hurairah, sesungguhnya seorang mukmin itu tidak najis. (Bukhari, Muslim).

Ditulis dalam HAID. 1 Comment »

KITAB : HAID ; BAB: TAYAMUM

209. Umair Maula Ibn Abbas r.a. berkata: Aku bersama Abdullah bin Yasar Maula Maimunah r.a. pergi ke tempat Abul Juhaim bin Al-Harits Al-Anshari r.a. lalu berkata Abul Juhaim: Rasulullah saw. datang dari arah bi’r jamal (sumur jamal), lalu bertemu dengan orang yang memberi salam padanya, tetapi tidak dijawab salamnya oleh Nabi saw. sehingga beliau menghadap dinding dan mengusap muka dan kedua tangannya kemudian menjawab salam pada orang itu. (Bukhari, Muslim).

Demikian Nabi saw. menunjukkan adabnya terhadap nama Allah sehingga tidak suka menyebut nama Allah kecuali dalam keadaan yang sungguh-sungguh suci lahir batin.

Ditulis dalam HAID. Leave a Comment »

KITAB : HAID ; BAB: TAYAMUM

208. Seorang datang kepada Umar bin Al-Khatthab r.a. dan bertanya: Aku berjanabat lalu tidak mendapat air. Jawab Umar: Jangan Shalat. Maka Ammar r.a. berkata kepada Umar: Ya Amirul Mukminin. Apakah engkau tidak ingat ketika aku bersamamu dalam bepergian lalu kita berdua berjanabat, adapun engkau tidak shalat sedang aku berguling-guling di tanah lalu shalat, lalu hal itu aku ceritakan kepada Nabi saw. lalu Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya cukup bagimu berbuat begini, lalu Nabi saw. memukulkan kedua tapak tangan ke tanah, lalu ditiup kemudian diusapkan mukanya dan kedua tapak tangannya. (Bukhari, Muslim).

Ditulis dalam HAID. Leave a Comment »

KITAB : HAID ; BAB: TAYAMUM

207. Syaqiq berkata: Ketika aku duduk bersama Abdullah dan Abu Musa Al-Asy’ari r.a. maka Abu Musa bertanya: Bagaimana jika seorang janabat lalu tidak mendapat air hingga satu bulan. Tidakkah ia tetap tayamum dan shalat?     Jawab Abdullah: Tidak boleh tayamum meskipun sampai sebulan.      Abu Musa berkata: Lalu bagaimana maksud ayat dalam surat Al-Ma’idah: Lalu kamu tidak mendapat air, maka tayamumlah kalian dengan tanah yang suci.       Abdullah berkata: Jika diizinkan begitu, kemungkinan jika mereka merasa kedinginan lalu bertayamum.       Lalu Abu Musa berkata: Jadi kamu tidak suka karena khawatir ini.       Jawab Abdullah: Benar.       Maka Abu Musa berkata: Apakah kamu tidak mendengar keterangan Ammar bin Yasir kepada Umar: Nabi saw. telah mengutusku dalam suatu hajat, kemudian aku janabat dan tidak mendapat air, sehingga aku berguling-guling di tanah bagaikan binatang, kemudian aku ceritakan kejadian itu kepada Nabi saw., maka Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya cukup bagimu berbuat begini lalu diusapkan tangan kanan pada tangan kiri dan yang kiri pada yang kanan dan mengusap mukanya.          Abdullah berkata: Tidakkah engkau mengetahui bahwa Umar tidak puas dengan keterangan Ammar r.a.? (Bukhari, Muslim).

Ditulis dalam HAID. 1 Comment »

KITAB : HAID ; BAB: TAYAMUM

206. ‘Aisyah r.a. berkata: Aku keluar bersama Nabi saw. dalam suatu perjalanan, dan ketika kami berada di lapangan Baida’ atau Dzatil Jaisy (nama lembah di dekat Madinah), tiba-tiba putus kalungku, maka Nabi saw. terpaksa tinggal untuk mencarinya, orang-orang juga tinggal, sedang di situ tidak ada air, maka orang-orang mengadu kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq: Tidakkah engkau melihat perbuatan ‘Aisyah, ia telah menahan Rasulullah dan sahabatnya di tempat yang tidak ada air, sedang mereka sudah kehabisan air. ‘Aisyah berkata: Maka datanglah Abu Bakar kepadaku sedang Rasulullah saw. tidur di pangkuanku (di pahaku), lalu ia berkata: Engkau telah menahan Rasulullah saw. dan orang-orang di tempat yang tidak ada air, sedang persediaan air juga sudah habis, maka Abu Bakar marah kepadaku sambil menusukkan tangannya di pinggangku, tetapi aku tidak berani bergerak karena Rasulullah sedang nyenyak tidur di pahaku. Kemudian bangunlah Nabi saw. di waktu pagi tidak ada air, maka Allah menurunkan ayat hukum tayamum, maka tayamumlah semua sahabat. Usaid bin Al-Hudair r.a. berkata: Ini bukan pertama berkatmu hai keluarga Abu Bakar. ‘Aisyah berkata: Kemudian membangunkan unta yang kami kendarai, mendadak kami dapatkan kalung di bawahnya. (Bukhari, Muslim).

Ditulis dalam HAID. Leave a Comment »