BAB: ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA WAKTU

103. Malik bin Sha’sha’ah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda:  Ketika aku di dekat Ka’bah diantara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar suara salah seorang, yaitu yang diantara dua orang, lalu disediakan bejana emas yang berisi hikmat dan iman, lalu dibelah dari bawah tenggorokan hingga perutku, kemudian dibasuh dadaku dengan air zamzam, lalu dipenuhi dengan hikmat dan iman.

Lalu didatangkan untukku binatang yang putih lebih besar dari himar dan dibawah baghl (turunan kuda jantan dengan keledai betina) bernama buraq. Lalu berangkat bersama Jibril hingga sampai ke langit dunia, dan ketika ditanya: Siapakah itu?  Jawabnya: Jibril.  Ditanya: Bersama siapa?  Jawabnya: Muhammad.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Dijawab: Ya. Maka disambut selamat datang, maka aku bertemu dengan Adam a.s. dan memberi salam, dan menyambutku dengan Selamat datang putraku dan nabi.

Kemudian kami naik ke langit kedua, dan ditanya: Siapakah itu?  Jawabnya: Jibril.  Ditanya: Siapa yang bersamamu?  Jawabnya: Muhammad.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya:  Ya.  Lalu disambut:  Selamat datang, dan di sana kami bertemu dengan Isa dan Yahya a.s. Keduanya menyambut:  Selamat datang saudara sebagai nabi.

Kemudian kami naik ke langit ketiga, lalu ditanya: Siapakah itu?  Jawab: Jibril.  Ditanya: Dan siapa yang bersamamu?  Jawabnya: Muhammad.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Yusuf a.s. dan setelah memberi salam padanya ia menyambut: Selamat datang Saudara sebagai nabi.

Kemudian kami naik ke langit keempat, dan ditanya: Siapakah itu?  Jawab: Jibril.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Idris s.a. Sesudah aku beri salam, ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.

Kemudian kami naik ke langit kelima, dan ditanya: Siapakah itu?  Jawabnya: Jibril. Dan ditanya: Siapakah yang bersamamu?  Jawabnya: Muhammad. Ditanya pula: Apakah dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut: Selamat datang.  Di situ kami bertemu dengan Harun a,s, maka aku memberi salam, dan ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.

Kemudian kami naik ke langit keenam, juga ditanya: Siapakah itu?  Jawab: Jibril.  Lalu ditanya: Dan siapa yang bersamamu?  Dijawab: Muhammad.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut: Selamat datang, ia menyambut dengan ucapan: Selamat datang saudara sebagai nabi. Dan ketika kami meninggalkannya ia menangis dan ketika ditanya: Mengapakah ia menangis?  Jawabnya: Ya Rabbi itu pemuda yang Tuhan utus sesudahku, akan masuk surga dari umatnya lebih banyak dari umatku.

Kemudian naik ke langit ketujuh, maka ditanya: Siapakah itu?  Jawab: Jibril.  Ditanya: Siapa yang bersamamu?  Jawabnya: Muhammad.  Ditanya: Apakah ia dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut: Selamat datang. Dan di situ kami bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s.  Sesudah aku memberi salam, maka ia sambut dengan: Selamat datang putraku sebagai nabi.

Kemudian tampak kepadaku Al-Bait Al-Ma’mur, tiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu Malaikat untuk shalat, jika telah keluar tidak akan masuk lagi untuk selamanya.

Kemudian diperlihatkan kepadaku Sidratul Muntaha, buahnya bagaikan gentong (tempat air) Hajar, sedang daunnya bagaikan telinga gajah dan di bawahnya terdapat sumber empat sungai, dua ke dalam dan dua ke luar.  Aku bertanya kepada Jibril, jawabnya: Yang dalam itu di surga, sedang yang keluar itu yaitu sungai Nil dan Furat.

Kemudian diwajibkan atasku limapuluh kali shalat. Lalu aku turun dan bertemu dengan Musa, lalu ia bertanya: Apakah yang engkau dapat?  Jawabku: Diwajibkan atasku lima puluh kali shalat.  Musa berkata: aku lebih berpengalaman daripadamu, aku telah bersusah payah melatih  Bani Israil, dan umatmu tidak akan kuat, karena itu engkau kembali kepada Tuhan minta keringanan, maka aku kembali minta keringanan, dan diringankan sepuluh hingga tinggal empat puluh, kemudian dikurangi lagi sepuluh sehingga tinggal tiga puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal dua puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal sepuluh, dan aku kembali kepada Musa, tetapi ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, maka aku minta keringanan dan dijadikan-Nya lima kali.

Maka aku bertemu dengan Musa dan menyatakan bahwa kini telah tinggal lima, maka ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi aku jawab: Aku telah menerima dengan baik.  Maka terdengar seruan: Aku telah menetapkan kewajiban-Ku, dan meringankan pada hamba hamba Ku, dan akan membalas tiap kebaikan dengan sepuluh kalinya.  (Bukhari, Muslim).

12 Tanggapan to “BAB: ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA WAKTU”

  1. dimas Says:

    Alhamdulillah dengan adanya kumpulan hadist ini aku bisa lebih mengerti dan tau tentang hadist, semoga amal ibadah antum di terima oleh Allah SWT amiiiin,,, terima kasih.

  2. agus suhendra Says:

    hadist ni sulit dgn banding al-qur’an dan tidak masuk di akal sedang al-qur’an banyak menerangkan untuk orang2x yg berakal.bagaimana mungkin nabi muhammad saw bertemu dgn nabi lain yg telah mati.q g prnh temukan keterangan pertemuan 2 alam kecuali dusta.bukan maksud mengingkari hadist tapi hadist ni harus diteliti ulang maksud dan keshahihannya

    • Hadist Sahih Says:

      Itu kan mu’jijat yg hanya dibrikan kepada seorang rasul, isyra dan mi’raj, karena Allah Maha Kuasa, ini juga diterangkan dalam Al Quran. Dan telah dijelaskan juga bahwa ada dalil Aqli dan ada yang nakli, artinya ada yg dapat terjakau oleh akal manusia, dan ada yg tidak terjangkau, tp tetap harus diimani. Jangan jauh jauh coba anda pikirkan tentang tubuh sendiri saja. Apa kamu sudah mengaduk-aduk nasi, ikan, sayuran dan buah2an serta air sebagai adonan untuk menjadi darah, daging, tulang, kulir, rambut dan tai sebagai kotoran ? Kalau ya dari mana kamu dapat resepnya, bagaimana takarannya supayapas. Makanya kita wajib berguru tentang ilmu apalagi ilmu agama. Jangan menebak-nebak dari hanya mendengar atau membaca sendiri, harus berguru sehingga kala ada yang tidak mengerti bisa bertanya.

      • Hadist Sahih Says:

        RALAT (ada beberapa yg salat tik)
        Itu kan mu’jijat yg hanya dibrikan kepada seorang rasul, isyra dan mi’raj, karena Allah Maha Kuasa, ini juga diterangkan dalam Al Quran. Dan telah dijelaskan juga bahwa ada dalil Aqli dan ada yang nakli, artinya ada yg dapat terjakau oleh akal manusia, dan ada yg tidak terjangkau, tp tetap harus diimani. Jangan jauh jauh coba anda pikirkan tentang tubuh sendiri saja. Apa kamu sudah mengaduk-aduk nasi, ikan, sayuran dan buah2an serta air sebagai adonan untuk menjadi darah, daging, tulang, kulit, rambut dan tai sebagai kotoran ? Kalau ya dari mana kamu dapat resepnya, bagaimana takarannya supaya pas. Makanya kita wajib berguru tentang ilmu, apalagi ilmu agama. Jangan menebak-nebak dari hanya mendengar atau membaca sendiri, harus berguru sehingga kalau ada yang tidak mengerti bisa bertanya.

    • Hadist Sahih Says:

      Itu kan mu’jijat yg hanya dibrikan kepada seorang rasul, isyra dan mi’raj, karena Allah Maha Kuasa, ini juga diterangkan dalam Al Quran. Dan telah dijelaskan juga bahwa ada dalil Aqli dan ada yang nakli, artinya ada yg dapat terjakau oleh akal manusia, dan ada yg tidak terjangkau, tp tetap harus diimani. Jangan jauh jauh coba anda pikirkan tentang tubuh sendiri saja. Apa kamu sudah mengaduk-aduk nasi, ikan, sayuran dan buah2an serta air sebagai adonan untuk menjadi darah, daging, tulang, kulit, rambut dan tai sebagai kotoran ? Kalau ya dari mana kamu dapat resepnya, bagaimana takarannya supaya pas. Makanya kita wajib berguru tentang ilmu, apalagi ilmu agama. Jangan menebak-nebak dari hanya mendengar atau membaca sendiri, harus berguru sehingga kalau ada yang tidak mengerti bisa bertanya.

    • Masukan yang baik Says:

      Semua yang diterangkan itu benar adanya. Kalau tidak percaya nanti kalau kita sudah mati baru bisa membedakan benar dan salah. Dalam diwaktu hidup sebaiknya didalam hati harus ada NUR.

  3. Lize Says:

    Tiada apa yang mustahil bagi Allah yang Maha Berkuasa. Allahu Akbar! Orang beriman wajib percaya kata-kata Allah itu benar, Isi kandungan Al-Quran itu benar dan nabi-nabi itu benar. SubhanAllah!!

  4. Dedy Suryana Says:

    Hadits tersebut sebelumnya telah melalui proses uji, sehingga dikelompokkan menjadi: Hadits shoheh, hadits yang lemah, dan hadits yang palsu.
    Hadits bukhori berada pada urutan pertam kemudian hadits Muslim.
    Sebaiknya tidak perlu kita berwaksangka, tetapi lebih arif jika kita melihat ada hikmah apa dibalik itu semua.
    Salam,

  5. munir Says:

    apa yang di maksud dengan diringan kan sholat menjadi 5 kali itu sholat 5 waktu yang kita lakukan selama ini sebagai umat islam??

  6. H. Matali Says:

    saya sangat terbantu untuk mencari hadist yang diperlukan terima kasih, smoga barokah.. amiin

  7. Bangharri Says:

    Assalamualaikum,,, Hadistnya cukup lengkap,, kalau diperkenankan saya izin kopas untuk melengkapinya diblog saya dan sebagai arsip. terimakasih. Wassalam

  8. Ifan Khairul Adha Says:

    moga ente tetep istiqomah dalam mengajak kebaikan yee, ,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: