BAB: WAJIB BERIMAN PADA NABI MUHAMMAD SAW. SEBAGAI UTUSAN ALLAH BAGI SELURUH MANUSIA, DAN SYARIATNYA ME-MANSUKH-KAN SYARIAT SYARIAT SEBELUMNYA

94. Abu Musa r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Tiga macam orang yang akan mendapat pahala dua kali lipat:  1.  Seorang ahli kitab yang dahulu percaya kepada nabinya, kemudian beriman kepada Nabi Muhammad saw.    2. Hamba sahaya yang menunaikan kewajibannya terhadap Allah dan kewajibannya terhadap majikannya.   3. Seorang majikan yang memiliki budak wanita dididik dengan baik, diajar agama sebaik-baiknya kemudian dimerdekakan lalu dikawininya,  maka dia mendapat pahala dua kali lipat.   (Bukhari, Muslim).

Ditulis dalam ADAB, AMAL, HADITS, IMAN, ISLAM. 7 Comments »

7 Tanggapan to “BAB: WAJIB BERIMAN PADA NABI MUHAMMAD SAW. SEBAGAI UTUSAN ALLAH BAGI SELURUH MANUSIA, DAN SYARIATNYA ME-MANSUKH-KAN SYARIAT SYARIAT SEBELUMNYA”

  1. dharsono hr Says:

    Abu Musa r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiga macam orang yang akan mendapat pahala dua kali lipat: 1. Seorang ahli kitab yang dahulu percaya kepada nabinya, kemudian beriman kepada Nabi Muhammad saw. 2. Hamba sahaya yang menunaikan kewajibannya terhadap Allah dan kewajibannya terhadap majikannya. 3. Seorang majikan yang memiliki budak wanita dididik dengan baik, diajar agama sebaik-baiknya kemudian dimerdekakan lalu dikawininya, maka dia mendapat pahala dua kali lipat. (Bukhari, Muslim).
    Hadist ini sangat benar, saya ingin bertanya pada point tiga …dimerdekakan lalu dikawinya. Pada point ini untuk zaman sekarang disalah gunakan oleh manusia, sehingga menimbulkan gejala amoral pada pembantu rumah tangga, kata dikawininya bukankah pengertian dia dinikahkan oleh majikannya dengan yang disukainya, bukan lagi dinikah oleh majikannya, coba kita bahas dan kaji dengan baik…, terima kasih, wassalam. wr.wb.

    • Sikhasep Says:

      coba baca kalimat di atas dengan baik : “dimerdekakan lalu dikawininya”<<< seorang wanita merdeka yang digauli tanpa proses pernikahan maka itu zina, pelakunya di rajam.

      Tidak ada yng salah dengan hadits tsb, yang salah justru pemahaman sebagian orang yang bodoh dalam memahami agama.

      Maka yang benar adalah kata "dikawini" maksudnya adalah "dinikahi" (ada ijab qobul, mahar, saksi, wali).

  2. Damar Dwiyadi Pratama Says:

    Subhanallah.. Hati ku bergetar.. Semoga Allah tetap menjaga keimananku karena aku rindu ingin bertemu Dia dan rasul-Nya. http://artikelmenarik.wordpress.com

  3. paijolakso Says:

    assalamu’alaikum
    saya ingin bertanya tentang hadist yang pernah saya temui dalam artikel di wordpress ini yaitu tentang Pengobatan Nabawi.
    hadistnya sebagai berikut :
    Anas radhiallahu ‘anhu menceritakan: “Ada sekelompok orang ‘Urainah dari penduduk Hijaz menderita sakit (karena kelaparan atau keletihan). Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, berilah tempat kepada kami dan berilah kami makan.’ Ketika telah sehat, mereka berkata: ‘Sesungguhnya udara kota Madinah tidak cocok bagi kami (hingga kami menderita sakit, –pent.).’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menempatkan mereka di Harrah, di dekat tempat pemeliharaan unta-unta beliau (yang berjumlah 3-30 ekor). Beliau berkata: ‘Minumlah dari susu dan kencing unta-unta itu.’9
    Tatkala mereka telah sehat, mereka justru membunuh penggembala unta-unta Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah sebelumnya mereka mencungkil matanya) dan menggiring unta-unta tersebut (dalam keadaan mereka juga murtad dari Islam, -pent.). Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengirim utusan untuk mengejar mereka, hingga mereka tertangkap dan diberi hukuman dengan dipotong tangan dan kaki-kaki mereka serta dicungkil mata mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 5685, 5686 dan Muslim no. 4329)
    yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. sahihkah hadist ini
    2. jika sahih bagaimana penjelasannya pengobatan dengan kencing unta?
    3. bagaimana penjelasan dengan mencongkel mata pencuri tersebut ?
    demikian, terima kasih.
    wassalamu’alaikum wr wb

    • rakean bagus minda raksadipa Says:

      wa’alaikumsalam wr.wb.
      mohon maaf saudaraku, saya merasa tidak berkompeten untuk menjawab itu.
      barangkali ada pembaca lain yang bisa menjawab, dipersilakan.
      wassalam

      • resky nurul adha Says:

        assalamu’alaikum
        klo menurut saya carilah hadist lain yang dapat mendukung hadist yang disebutkan oleh saudaraku tadi…
        at cari didalam al-quran…
        InsyaALLAH saya akan membantu……..
        fastabiqul khaerat……
        wassalam…….

  4. Sikhasep Says:

    Jangankan minum air seni onta, air seni manusia aja bisa jadi obat kok …

    Yang gak percaya, buktikan saja sendiri. Buat simulasi kasus seperti yang terjadi dalam kisah tsb, apakah benar air seni onta + susu bisa menjadi obat ?

    Saya sendiri belum nyoba, tetapi bukan karena jijiknya maka tidak percaya, tetapi karena tidak mau saja. Sama dengan tidak mau makan bekicot.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: