KITAB I’TIKAF ; BAB : I’TIKAF PADA MALAM-MALAM TERAKHIR (21-30) RAMADHAN

727. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Biasa Rasulullah saw. i’tikaf pada malam-malam sepuluh (21-30) terakhir bulan Ramadhan. (Bukhari, Muslim).

728. ‘Aisyah r.a. berkata: Biasa Nabi saw. i’tikaf pada malam-malam sepuluh terakhir (21-30) Ramadhan sehingga meninggal dunia, kemudian dilanjutkan oleh istri-istrinya sepeninggalnya. (Bukhari, Muslim)

Ditulis dalam I'TIKAF. 4 Comments »

4 Tanggapan to “KITAB I’TIKAF ; BAB : I’TIKAF PADA MALAM-MALAM TERAKHIR (21-30) RAMADHAN”

  1. Mursin Fadhol Says:

    i’tikaf berjama’ah di masjid
    yang baik berdoa dengan suara tertengar atau di batin

    Mursin Fadhol

    • rakean bagus minda raksadipa Says:

      Ada beberapa adab yang hendaknya seseorang yang beri’tikaf memperhatikannya dan berusaha untuk melaksanakannya. Diantara adab-adab tersebut adalah :

      1. Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah yang mendekatkan dirinya kepada Allah سبحانه وتعلى.
      2.Membuat bilik-bilik di masjid untuk digunakan berkhalwat sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi صل اللة عليه وسلم , terutama jika ada wanita yang ikut beri’tikaf, maka wajib atas wanita untuk membuat bilik-bilik tersebut agar terhindar dari ikhtilat (bercampur) dan saling pandang-memandang dengan lawan jenis.
      3.Meninggalkan perdebatan dan pertengkaran walaupun dia berada di pihak yang benar
      4.Juga hendaknya menghindari dari mengumpat, berghibah, dan berkata-kata yang kotor, karena hal-hal tersebut terlarang di luar i’tikaf maka pelarangannya bertambah pada saat i’tikaf.
      5.Dan secara umum seluruh perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat hendaknya ditinggalkan, karena semua hal itu akan mengurangi pahala beri’tikaf.

      http://www.wahdah.or.id

  2. antoni saputra Says:

    semua dari syarat2 itikaf telah dilaksanakan di pesantren persulukan tariqat NAQSABANDI di yayasan JABAL QUBIS tanjung morawa pimpinan GURU MURSYID SYEKH GHAZALI ANAQSYABANDI silsilah ke 36 dari ABU BAKAR AS SIDIQ. silahkan kunjungi http://www.jabal qubis.co.id

  3. Yusuf al-Fajri Says:

    Islam tidak mengajarkan Kerahiban/Kependetaan (menyendiri di tempat ibadah, dan lepas 100% dari kehidupan dunia) demi mencari ketenangan.. Kerahiban/kependetaan hanya terjadi pada ummat Yahudi dan Nasrani… Islam adalah agama fitrah, dan sebagai ganti dari kependetaan maka Islam mensyari’atkan I’tikaf 10 Hari terakhir di bulan Romadhon.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: