BAB : PERTAMA-TAMA DALAM IMAN MENGUCAP KALIMAT: LAA ILAHA ILLALLAH

16. Al-Musayyab bin Hazn r.a. berkata: Ketika Abu Thalib akan mati datanglah Nabi saw. ke rumahnya, dan mendapatkan di sana ada Abu Jahl bin Hisyam, Abdullah bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah, maka Nabi saw. berkata kepada Abu Thalib: Wahai pamanku, katakanlah: Laa ilaha illallah, suatu kalimat yang mana aku akan menjadi saksi untukmu di sisi Allah. Lalu Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata: Hai Abu Thalib, apakah engkau akan meninggalkan agama Abdul Mutthalib? Kemudian Nabi saw. menawarkan kembali  kepada Abu Thalib dan kedua orang itu juga menyanggah kembali, sehingga akhirnya Abu Thalib berkata: Bahwa dia tetap pada agama Abdul Mutthalib, dan menolak kalimat Laa ilaha illallah. Lalu Nabi saw. bersabda: Demi Allah aku akan tetap membacakan istigfar untukmu selama aku tidak dilarang untuk itu. Maka kemudian Allah menurunkan ayat 113 surat At-Taubah:

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik meskipun mereka kerabat yang dekat, sesudah nyata bahwa mereka orang-orang ahli neraka jahim.” (At-Taubah 113). (Bukhari, Muslim).

Ditulis dalam IMAN. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: